Pangkalpinang — Kualitas perbaikan jalan di sejumlah titik di Kota Pangkalpinang kembali menuai kritik tajam. Warga mempertanyakan keseriusan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Babel, yang diduga mengerjakan perbaikan jalan dengan hasil jauh dari standar.
Dalam beberapa dokumentasi lapangan yang beredar, tampak jelas permukaan tambalan jalan bergelombang, kasar, sambungan tidak rata, dan agregat besar mencuat ke permukaan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran publik atas keselamatan pengguna jalan dan penggunaan anggaran pemerintah.


Warga Bertanya: “Ini Pekerjaan Apa? Kok Hasilnya Begini?”
Sejumlah warga menyampaikan pertanyaan mendasar yang seharusnya segera dijawab oleh PUPR Provinsi:
1. Apa nama kegiatan perbaikan jalan ini?
Apakah ini:
Rehabilitasi Jalan?
Pemeliharaan Berkala Jalan?
Pemeliharaan Rutin Jalan?
Penanganan Rutin Ruas Jalan?
Atau hanya tambal sulam darurat?
Karena setiap jenis pekerjaan memiliki spesifikasi standar, baik dari Bina Marga maupun Permen PUPR.
Namun hasil yang tampak di lapangan diduga tidak merefleksikan pekerjaan berstandar teknis pemerintah.
Tambalan Bergelombang, Kasar, dan Tidak Seragam
Hasil investigasi media pada Selasa (25/11/2025) di lokasi menunjukkan temuan sebagai berikut:
Permukaan tambalan tidak rata dan membentuk gelombang
Menggunakan agregat kasar yang tidak dipadatkan dengan benar
Ada celah diantara sambungan yang memungkinkan air bisa masuk dan merusak kualitas aspal
Een Seorang pengendara roda dua yang rutin melintas mengungkapkan:
“Kalau hasilnya seperti ini, bahaya untuk motor. Jalan jadi kasar dan tidak rata atau bergelombang. Kami ingin tahu, apa benar ini perbaikan standar pemerintah?”
yang biasa ditemukan pada pekerjaan berbiaya rendah, mutu rendah, atau saat pelaksanaan terlalu tergesa-gesa.
Jika Ini Pemeliharaan Jalan Provinsi, Standar Teknis Wajib Dipenuhi
Menurut Permen PUPR No. 13 Tahun 2011 dan standar Bina Marga, setiap pekerjaan jalan harus memenuhi:
Ketebalan lapis sesuai RAB
Pemadatan minimal 90–95%
Material harus bergradasi baik
Sambungan harus rapi
Tidak boleh ada agregat lepas
Tidak boleh meninggalkan gelombang
Namun kondisi di lapangan memperlihatkan adanya potensi ketidaksesuaian spesifikasi.
Warga Menilai Anggaran Tidak Sebanding dengan Hasil
Beberapa warga mempertanyakan efektivitas anggaran pemerintah:
“Anggarannya pasti besar. Tapi hasilnya seperti tambalan darurat. Ini pekerjaan untuk jangka panjang atau sekedar formalitas?”
“Kami ingin tahu siapa yang mengerjakannya, berapa nilainya, dan siapa pengawasnya.”
Media Masih Terus Mencari Konfirmasi Pihak Terkait
Hingga berita ini diterbitkan, media masih berusaha meminta klarifikasi resmi dari:
Kepala Dinas PUPR Provinsi Babel
Bidang Bina Marga
PPK kegiatan
Pengawas lapangan
Namun hingga saat ini, belum ada jawaban atau penjelasan teknis terkait:
Jenis kegiatan jalan
Metode pekerjaan yang digunakan
Nilai anggaran
Siapa yang mengerjakan
Spesifikasi teknis (RAB)
Publik Mendesak Audit Menyeluruh
Masyarakat meminta:
Audit internal oleh Inspektorat Provinsi
Audit teknis oleh APIP
Pemeriksaan mutu pekerjaan oleh BPKP
Jika ada indikasi penyimpangan, pemeriksaan APH
“Kami tidak ingin uang rakyat hilang percuma hanya karena pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.”
Redaksi Akan Mengawal Terus Kasus Ini
Media akan terus:
Mengumpulkan bukti visual
Mengonfirmasi pihak-pihak terkait
Menggali dokumen tender dan RUP
Mengawasi hasil pekerjaan lainnya di lapangan
Transparansi dan kualitas pekerjaan publik adalah hak masyarakat yang harus dijaga.

















