
PANGKALPINANG – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus buka puasa bersama di bulan Ramadan 2026. Pertemuan ini menghasilkan poin-poin strategis yang menentukan arah masa depan organisasi perusahaan pers tersebut di Negeri Serumpun Sebalai.
Dalam sambutannya, Sekretaris SMSI Babel, Bardian, menekankan pentingnya menyikapi kondisi media siber saat ini dengan langkah nyata, terutama terkait penertiban administrasi dan pembinaan kepengurusan.

Sesuai instruksi dari Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) SMSI Pusat, setiap pengurus provinsi diberikan target waktu dua bulan untuk merapikan struktur organisasi di tingkat kabupaten dan kota.
“Kita diwanti-wanti target nasional selama tiga bulan untuk penertiban administrasi. Untuk itu, dalam dua bulan ini, SMSI di kabupaten/kota harus segera menyelesaikan susunan kepengurusannya,” ujar Bardian di hadapan peserta Raker.
Ia menambahkan bahwa struktur minimal di tingkat daerah cukup terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Bendahara. Fokus utama SMSI adalah merangkul pengelola atau pemilik media, bukan sekadar wartawan, mengingat SMSI adalah serikat perusahaan pers.

Bardian juga menyoroti tingkat kehadiran anggota. Dari 27 media yang terdata sebagai anggota SMSI Babel, tingkat partisipasi aktif masih menjadi tantangan. Ia menegaskan bahwa komitmen bersama adalah kunci agar organisasi dapat berjalan efektif.
“Kita sepakat tidak perlu organisasi yang gemuk namun pasif. Lebih baik ramping tetapi berkualitas dan memiliki semangat untuk menjalankan roda organisasi,” tegasnya.
Terkait anggota yang kurang aktif, pihak pengurus akan memberikan peringatan dan meminta arahan dari Dewan Penasihat mengenai langkah sanksi atau pembinaan selanjutnya.
Salah satu kabar optimis yang disampaikan dalam Rakerda ini adalah adanya peluang pendanaan jurnalisme dari Google. Berbeda dengan kriteria sebelumnya yang fokus pada jumlah viewer atau pengikut media sosial, kini Google lebih melihat jangkauan infrastruktur organisasi hingga ke tingkat daerah.
“Google mencari provinsi yang kepengurusannya tertib sampai ke tingkat kabupaten/kota. Dana ini nantinya akan diturunkan melalui SMSI untuk menjalankan program-program bertema kemanusiaan, adat istiadat, atau pemerintahan,” jelas Bardian.
Dana tersebut diharapkan dapat menjadi stimulan bagi SMSI di daerah untuk lebih produktif dan tertib secara manajerial. Program ini bukan menyasar langsung ke perusahaan media individu, melainkan dikelola secara kolektif melalui organisasi SMSI.
Rapat kerja yang berlangsung di Pia Hotel ini diakhiri dengan diskusi bersama Dewan Penasihat untuk merumuskan format terbaik bagi keberlangsungan SMSI Bangka Belitung ke depan.( M Yunus )




