
BANGKA — Sosok AKP Junaidi, SH tentu tidak asing bagi masyarakat Kabupaten Bangka. Perwira polisi yang menjabat sebagai Kasat Intelkam Polres Bangka selama kurang lebih dua tahun empat bulan itu dikenal dekat dengan berbagai kalangan masyarakat.
Setelah mengakhiri masa tugasnya di Polres Bangka, AKP Junaidi kini melanjutkan pendidikan pengembangan karier dengan mengikuti Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimma) Polri.
Selama menjabat sebagai Kasat Intelkam, AKP Junaidi dinilai meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Kabupaten Bangka. Dedikasi dalam menjalankan tugas serta sikapnya yang ramah dan bersahabat membuatnya dikenal luas oleh masyarakat di Negeri Sepintu Sedulang.
Karakter senyum, sapa, dan ramah tamah menjadi ciri khas perwira dengan balok tiga di pundaknya tersebut. Sikap humanis itu membuatnya mudah diterima oleh berbagai kalangan masyarakat.
Hubungan baik juga terjalin dengan kalangan awak media di Kabupaten Bangka. Selama bertugas, AKP Junaidi dikenal terbuka dalam memberikan informasi yang akurat dan terpercaya kepada wartawan sehingga berbagai informasi dapat disampaikan secara jelas kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Junaidi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan Polres Bangka, para pejabat utama (PJU) Polres Bangka, serta seluruh anggota yang telah memberikan dukungan selama dirinya menjalankan tugas sebagai Kasat Intelkam.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Bangka, para PJU Polres Bangka serta seluruh rekan-rekan anggota yang telah memberikan dukungan selama saya bertugas. Tanpa kerja sama dan dukungan semua pihak, tentu tugas-tugas yang dijalankan tidak akan berjalan dengan baik,” Ungkap AkP.Junaidi saat di jumpai media ini, Rabu (25/3/26).
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan serta seluruh masyarakat Kabupaten Bangka yang telah turut menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
“Terima kasih juga kepada pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, Ormas, OKP serta seluruh masyarakat Bangka yang selalu mendukung tugas kepolisian sehingga situasi kamtibmas di daerah ini tetap aman dan kondusif,” katanya.

Menurut AKP Junaidi, selama bertugas di Kabupaten Bangka dinamika kamtibmas cukup kompleks, mulai dari persoalan politik, konflik sosial hingga isu ekonomi.
“Selama memimpin di sini, dinamika kamtibmas mulai dari politik, konflik sosial, keamanan hingga ekonomi bisa kita manajemen dengan baik. Alhamdulillah situasi tetap kondusif,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dinamika politik sempat memanas terutama saat tahapan pesta demokrasi, mulai dari Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden hingga Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Bangka.
Meski sempat terjadi ketegangan di tengah masyarakat, kondisi tersebut dapat diredam melalui kerja sama antara aparat keamanan, pemerintah daerah serta berbagai elemen masyarakat.
“Situasi politik yang sempat memanas bisa kita redam. Itu juga berkat dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi lintas sektor, termasuk organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan,” jelasnya.
Selain persoalan politik, ia juga menyoroti isu lain seperti polemik aktivitas penambangan di kawasan HGU serta persoalan ekonomi yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut dapat dimanajemen melalui pendekatan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak sehingga tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.
“Pro kontra penambangan di wilayah HGU memang sempat terjadi, tetapi semua dapat kita kelola tanpa adanya korban. Pendekatan dialog dan kolaborasi menjadi kunci,” katanya.
Di sisi lain, selama menjabat sebagai Kasat Intelkam Polres Bangka, AKP Junaidi juga berhasil membawa prestasi dengan meraih penghargaan pelayanan SKCK terbaik tingkat nasional.
Ia mengungkapkan, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh personel Polres Bangka dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Salah satunya pelayanan SKCK yang meraih juara kedua tingkat nasional berdasarkan survei kepuasan masyarakat oleh tim independen yang dibentuk langsung oleh Kapolri,” ungkapnya.
Dalam penilaian tersebut, posisi pertama diraih oleh Polda Sumatera Utara, disusul Polres Bangka di posisi kedua dan Polda Bali di posisi ketiga.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa meskipun dengan keterbatasan sarana dan prasarana, Polres Bangka tetap mampu memberikan pelayanan yang cepat, transparan, humanis dan bersih dari praktik korupsi.
“Walaupun dengan keterbatasan sarana, kita tetap bisa memberikan pelayanan cepat, transparan, humanis dan bersih dari korupsi,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengalaman paling berkesan selama bertugas di Kabupaten Bangka adalah bagaimana aparat kepolisian mampu mengelola berbagai konflik yang muncul di tengah masyarakat.
Mulai dari aksi demonstrasi terkait hasil Pemilihan Legislatif hingga polemik penambangan di sejumlah wilayah, semuanya dapat diselesaikan melalui pendekatan komunikasi dan manajemen konflik yang baik.
“Yang paling berkesan tentu bagaimana kita memanajemen konflik di masyarakat. Walaupun sempat ada demo ke Polres Bangka terkait hasil pemilu legislatif, semuanya bisa dijelaskan dan diselesaikan dengan baik,” tutupnya.( M Yunus )




