Mas Jon, Dalang di Balik Tambang Gelap Mentok — Publik Tantang Satgas Halilintar Usut Sampai Tuntas

banner 120x600
banner 468x60

Mentok, Bangka Barat | 8 November 2025 — Penggerebekan gudang timah ilegal milik Sin-Sin di kawasan Pal-1, Mentok, oleh Satgas Halilintar ternyata membuka babak baru dalam drama tambang gelap di Bangka Barat.

Di balik operasi itu, muncul satu nama yang kini ramai diperbincangkan masyarakat dan pelaku tambang lokal — “Mas Jon”, sosok misterius yang disebut sebagai otak utama dan pemodal besar dalam bisnis hitam ini.

banner 325x300

 

Penggerebekan yang Bongkar Jaringan Raksasa

 

Tim Satgas Halilintar beberapa waktu lalu menggerebek gudang yang diduga kuat menjadi pusat penampungan dan pengolahan timah ilegal.

Dari lokasi, petugas menyita puluhan kampil timah, alat penggorengan, serta peralatan yang menunjukkan skala industri besar — bukan tambang rakyat biasa.

 

Namun yang membuat geger, beberapa sumber lapangan mengungkap bahwa gudang tersebut bukan sekadar milik Sin-Sin, melainkan bagian dari jaringan bisnis yang dikendalikan oleh Mas Jon, tokoh yang selama ini disebut-sebut sebagai “bos besar timah Mentok.”

 

“Sin-Sin cuma anak buah. Semua jalan atas perintah Mas Jon. Bahkan lokasi penggorengan di Mayang juga dikendalikan dia,”

ujar sumber internal yang enggan disebut namanya, seperti dikutip dari laporan investigasi lapangan.

 

Mas Jon: Bos Besar yang Tak Tersentuh

 

Nama Mas Jon bukan nama baru di lingkaran bisnis timah Bangka Barat.

Dalam beberapa kasus sebelumnya, ia disebut-sebut memiliki jaringan logistik, modal, dan perlindungan kuat — sehingga aktivitas pengolahan dan pengiriman timah ilegal tetap berjalan meski sudah berkali-kali ada razia.

 

Bahkan, sejumlah pelaku lapangan menyebut gudang-gudang yang beroperasi di bawah kendali Mas Jon **memiliki izin “tak tertulis” untuk beroperasi selama tidak mencolok.

“Kalau bukan orang kuat, tak mungkin bisa buka gudang sebesar itu di Mentok,” ujar warga sekitar lokasi yang tidak mau disebutkan namanya.

 

Satgas Halilintar Disebut Hanya Sentuh Permukaan

 

Operasi Satgas Halilintar di Pal-1 memang berhasil menyita barang bukti fisik, tetapi publik menilai penegakan hukum baru menyentuh level bawah.

Para pekerja dan pengelola gudang bisa saja dijerat hukum, namun pemilik modal dan pengendali jaringan seperti Mas Jon justru belum tersentuh.

 

Aktivis LSM Babel Muslim, menilai aparat tidak boleh berhenti pada hasil tangkapan fisik.

 

“Kalau Satgas hanya berani menindak gudang tapi tidak berani menyentuh pemodal, sama saja dengan sandiwara.

Publik ingin tahu: siapa Mas Jon? Kenapa namanya selalu muncul tapi tak pernah diperiksa?”

 

Jaringan Rapi, Dugaan Ada Perlindungan Oknum

 

Beberapa warga Mentok juga menduga kuat ada oknum aparat yang ikut melindungi jaringan Mas Jon, sehingga kegiatan penampungan dan pengolahan timah ilegal bisa berjalan tanpa hambatan berarti.

 

“Kalau tak ada yang jaga, mana mungkin bisa buka gudang di tengah kota Mentok.

Apalagi pengangkutan timah butuh kendaraan besar, pasti ada yang tahu dan tutup mata,” kata Dedi (50), warga setempat.

 

Desakan pun semakin keras agar Satgas Halilintar dan Kejati Babel tidak hanya menyita, tapi juga menelusuri arus modal, jaringan transportasi, dan perlindungan politik di baliknya.

 

Publik Desak Satgas Halilintar Turun Lebih Dalam

 

Setelah sukses mengamankan alat berat di Lubuk Besar, masyarakat kini menuntut Satgas Halilintar memperluas operasi ke Mentok.

Mereka berharap penegakan hukum kali ini tidak berhenti di permukaan.

 

“Kalau Satgas Halilintar benar-benar ingin menertibkan tambang ilegal, jangan cuma menyita timah dan alat, tapi bongkar sampai ke aktor utamanya,”

ujar Ujang (44), tokoh masyarakat Mentok.

 

Penegakan Hukum atau Pertunjukan?

 

Kasus ini kembali menguji keberanian aparat penegak hukum di Babel.

Apakah Satgas Halilintar berani menyeret nama besar seperti Mas Jon, atau kasus ini hanya berakhir di tingkat pekerja lapangan seperti banyak kasus tambang ilegal sebelumnya?

 

Publik menuntut transparansi, penindakan setara, dan keberanian menembus tembok kekuasaan ekonomi tambang ilegal yang selama ini dibiarkan tumbuh di Bangka Barat.

 

Nama Mas Jon kini menjadi simbol dari ketimpangan penegakan hukum di sektor timah Babel — kuat di bawah, tumpul di atas.

Jika aparat tak berani menyentuh dalang utamanya, maka operasi demi operasi akan terus jadi tontonan tanpa hasil.

 

“Mas Jon bukan mitos. Ia nyata di lapangan. Tinggal seberapa besar nyali penegak hukum untuk membongkarnya.”

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *