Warga Pertanyakan Kinerja Dinas PU Babel: Jalan di Pangkalpinang Diperbaiki, Tapi Hasilnya Bergelombang — Apa Nama Kegiatannya?

banner 120x600
banner 468x60

 

Pangkalpinang — Kualitas perbaikan jalan di sejumlah titik di Kota Pangkalpinang kembali menuai kritik tajam. Warga mempertanyakan keseriusan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Babel, yang diduga mengerjakan perbaikan jalan dengan hasil jauh dari standar.

banner 325x300

 

Dalam beberapa dokumentasi lapangan yang beredar, tampak jelas permukaan tambalan jalan bergelombang, kasar, sambungan tidak rata, dan agregat besar mencuat ke permukaan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran publik atas keselamatan pengguna jalan dan penggunaan anggaran pemerintah.

 

Warga Bertanya: “Ini Pekerjaan Apa? Kok Hasilnya Begini?”

 

Sejumlah warga menyampaikan pertanyaan mendasar yang seharusnya segera dijawab oleh PUPR Provinsi:

 

1. Apa nama kegiatan perbaikan jalan ini?

 

Apakah ini:

 

Rehabilitasi Jalan?

Pemeliharaan Berkala Jalan?

Pemeliharaan Rutin Jalan?

Penanganan Rutin Ruas Jalan?

Atau hanya tambal sulam darurat?

 

Karena setiap jenis pekerjaan memiliki spesifikasi standar, baik dari Bina Marga maupun Permen PUPR.

 

Namun hasil yang tampak di lapangan diduga tidak merefleksikan pekerjaan berstandar teknis pemerintah.

 

Tambalan Bergelombang, Kasar, dan Tidak Seragam

 

Hasil investigasi media pada Selasa (25/11/2025) di lokasi menunjukkan temuan sebagai berikut:

 

Permukaan tambalan tidak rata dan membentuk gelombang

 

Menggunakan agregat kasar yang tidak dipadatkan dengan benar

 

Ada celah diantara sambungan yang memungkinkan air bisa masuk dan merusak kualitas aspal

 

Een Seorang pengendara roda dua yang rutin melintas mengungkapkan:

 

“Kalau hasilnya seperti ini, bahaya untuk motor. Jalan jadi kasar dan tidak rata atau bergelombang. Kami ingin tahu, apa benar ini perbaikan standar pemerintah?”

 

yang biasa ditemukan pada pekerjaan berbiaya rendah, mutu rendah, atau saat pelaksanaan terlalu tergesa-gesa.

 

Jika Ini Pemeliharaan Jalan Provinsi, Standar Teknis Wajib Dipenuhi

 

Menurut Permen PUPR No. 13 Tahun 2011 dan standar Bina Marga, setiap pekerjaan jalan harus memenuhi:

 

Ketebalan lapis sesuai RAB

Pemadatan minimal 90–95%

Material harus bergradasi baik

Sambungan harus rapi

Tidak boleh ada agregat lepas

Tidak boleh meninggalkan gelombang

 

Namun kondisi di lapangan memperlihatkan adanya potensi ketidaksesuaian spesifikasi.

 

Warga Menilai Anggaran Tidak Sebanding dengan Hasil

 

Beberapa warga mempertanyakan efektivitas anggaran pemerintah:

 

“Anggarannya pasti besar. Tapi hasilnya seperti tambalan darurat. Ini pekerjaan untuk jangka panjang atau sekedar formalitas?”

 

“Kami ingin tahu siapa yang mengerjakannya, berapa nilainya, dan siapa pengawasnya.”

 

Media Masih Terus Mencari Konfirmasi Pihak Terkait

 

Hingga berita ini diterbitkan, media masih berusaha meminta klarifikasi resmi dari:

 

Kepala Dinas PUPR Provinsi Babel

Bidang Bina Marga

PPK kegiatan

Pengawas lapangan

 

Namun hingga saat ini, belum ada jawaban atau penjelasan teknis terkait:

 

Jenis kegiatan jalan

Metode pekerjaan yang digunakan

Nilai anggaran

Siapa yang mengerjakan

Spesifikasi teknis (RAB)

 

Publik Mendesak Audit Menyeluruh

 

Masyarakat meminta:

 

Audit internal oleh Inspektorat Provinsi

Audit teknis oleh APIP

Pemeriksaan mutu pekerjaan oleh BPKP

Jika ada indikasi penyimpangan, pemeriksaan APH

 

“Kami tidak ingin uang rakyat hilang percuma hanya karena pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.”

 

Redaksi Akan Mengawal Terus Kasus Ini

Media akan terus:

Mengumpulkan bukti visual

Mengonfirmasi pihak-pihak terkait

Menggali dokumen tender dan RUP

Mengawasi hasil pekerjaan lainnya di lapangan

Transparansi dan kualitas pekerjaan publik adalah hak masyarakat yang harus dijaga.

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *