DPC HNSI Kabupaten Bangka Desak KSOP Ungkap Kapal Tongkang Penabrak Nelayan, Minta Polair Perkuat Koordinasi

banner 120x600
banner 468x60

DPC HNSI Kabupaten Bangka Desak KSOP Ungkap Kapal Tongkang Penabrak Nelayan, Minta Polair Perkuat Koordinasi

 

banner 325x300

Sungailiat – Suarahukumrakyat.my.id

DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka mendesak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalpinang untuk segera mendeteksi dan mengungkap identitas kapal tongkang yang diduga menabrak empat kapal nelayan di perairan sekitar 50 mil dari Muara Air Kantung, Sungailiat.

Akibat insiden tersebut, tiga kapal nelayan dilaporkan tenggelam, sementara satu kapal mengalami kerusakan akibat benturan. Dua orang nelayan hingga kini masih dalam pencarian.

Ketua DPC HNSI Kabupaten Bangka, Selamet Riyadi, mengatakan pengungkapan identitas kapal tongkang menjadi langkah penting untuk mempercepat proses hukum sekaligus memberikan kejelasan bagi keluarga korban.

“Kami meminta KSOP Pangkalpinang segera memanfaatkan sistem pemantauan lalu lintas kapal, termasuk data AIS (Automatic Identification System) dan seluruh rekaman pergerakan kapal, untuk mendeteksi tongkang yang diduga menabrak kapal nelayan. Jangan sampai kapal tersebut lolos tanpa mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Selamet Riyadi.

 

Selain itu, DPC HNSI Kabupaten Bangka juga meminta Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolair) untuk segera berkoordinasi dengan KSOP Pangkalpinang dalam melakukan penelusuran terhadap kapal tongkang yang diduga terlibat dalam kecelakaan laut tersebut.

 

“Kami berharap Ditpolair dapat memperkuat koordinasi dengan KSOP Pangkalpinang agar identitas kapal tongkang segera diketahui. Sinergi antar instansi sangat dibutuhkan, baik untuk kepentingan pencarian dua nelayan yang masih hilang maupun untuk proses penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan ini,” ujarnya.

Selamet Riyadi menegaskan bahwa keselamatan nelayan harus menjadi perhatian bersama seluruh instansi maritim. Menurutnya, penanganan cepat dan koordinasi yang solid akan memberikan rasa keadilan bagi para korban serta meningkatkan kepercayaan masyarakat nelayan terhadap penegakan hukum di laut.

 

DPC HNSI Kabupaten Bangka juga kembali mengimbau seluruh kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada aparat apabila melihat tanda-tanda keberadaan dua nelayan yang masih hilang.

“Saat ini yang paling utama adalah menyelamatkan nyawa dua nelayan yang masih belum ditemukan. Di saat yang sama, kami meminta agar kapal tongkang yang diduga menabrak nelayan dapat segera diidentifikasi sehingga proses hukum dapat berjalan secara transparan dan bertanggung jawab,” tutup Selamet Riyadi.( M Yunus )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *