BANGKA — Kepala Desa Kota Kapur, Edi Candra, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi dermaga tambatan perahu nelayan di desanya yang kian memprihatinkan dan belum tersentuh bantuan pemerintah daerah maupun provinsi. Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan Ketua DPD Partai Demokrat Bangka Belitung, Bustomi Lukas, di lokasi rencana pembangunan dermaga, Kamis (24/9).
Edi Candra menjelaskan bahwa perjuangan masyarakat nelayan Kota Kapur untuk mendapatkan fasilitas tambatan perahu yang layak telah berlangsung lama, salah satunya disuarakan melalui anggota DPRD Provinsi Babel, Mariam. Namun hingga kini, belum ada realisasi dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.
”Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Pak Bustomi. Apa yang kami sampaikan ini nyata dan tidak bohong, kondisi tambatan perahu nelayan kami memang sangat parah dan memperhatinkan. Kami sangat berharap ada bantuan untuk masyarakat nelayan di sini,” ujar Edi Candra.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua DPD Partai Demokrat Bangka Belitung, Bustomi Lukas, menegaskan komitmennya untuk membantu perbaikan dermaga sepanjang kurang lebih 300 meter tersebut dengan mengalokasikan anggaran pribadi sebesar Rp1 miliar.
”Kami turun langsung meninjau ke lokasi setelah menerima aspirasi dari dewan kita di provinsi, Bu Mariam. Jalur ini merupakan akses vital bagi masyarakat Kota Kapur untuk mencari nafkah. Jika akses ini tidak vital, kami tidak akan datang,” tegas Bustomi saat ditemui di lokasi rencana pembangunan Dermaga Tambatan Perahu Sungai Kota Kapur.
Bustomi menjelaskan, pihaknya saat ini tengah melakukan verifikasi administrasi dan status aset bersama Mariam dan Enra Yunus guna memastikan tidak terjadinya tumpang tindih anggaran dengan pemerintah.
”Dalam 1–2 hari ini kami cek administrasinya. Karena dulunya ini dibangun pakai uang pemerintah, kita pastikan statusnya clear agar tidak tumpang tindih. Begitu administrasi dan izin lahannya selesai, dalam 2–3 hari langsung kita kerjakan. Target kita satu bulan selesai,” jelasnya.
Terkait dengan fasilitas penunjang keselamatan nelayan, Bustomi menambahkan bahwa perancangan dermaga akan disesuaikan dengan kebutuhan aktivitas nelayan di lapangan. Jika terdapat aktivitas nelayan pada malam hari, pihaknya juga siap melengkapi area dermaga dengan penerangan solar cell.
Lebih lanjut, Bustomi menegaskan bahwa apabila secara regulasi aset tersebut tidak memungkinkan untuk dibangun menggunakan dana pribadi, pihaknya akan terus mendesak pemerintah daerah agar segera mengambil tindakan nyata.
”Kalau memang nantinya tidak bisa menggunakan dana pribadi karena aturan, kami akan mendesak pemerintah untuk segera turun tangan membantu. Yang jelas, akses nelayan ini harus secepatnya dibangun,” pungkasnya. ( m yunus )
